<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suprazani</title>
	<atom:link href="http://suprazani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suprazani.wordpress.com</link>
	<description>andhap asor, berani mengalah, menunduklah...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jun 2008 20:56:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='suprazani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Suprazani</title>
		<link>http://suprazani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://suprazani.wordpress.com/osd.xml" title="Suprazani" />
	<atom:link rel='hub' href='http://suprazani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>berkaca dari derita tetangga</title>
		<link>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/16/waduh-kachian-bener/</link>
		<comments>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/16/waduh-kachian-bener/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 03:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suprazani</dc:creator>
				<category><![CDATA[berkaca dari derita tetangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suprazani.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[suatu hari tetanggaku datang ke rumah.. dengan menggendong anak bungsunya dan tergopoh-gopoh bicara di depanku, minta tolong dipinjemi uang dua puluh ribu rupiah. sebut saja yem namanya&#8230; dia, sambil menyeka air matanya dan juga air mata anaknya bercerita kepadaku tentang suaminya yang sudah empat hari tidak pulang ke rumah. suaminya (sebut saja Dur) yang bekerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suprazani.wordpress.com&amp;blog=3919046&amp;post=40&amp;subd=suprazani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>suatu hari tetanggaku datang ke rumah.. dengan menggendong anak bungsunya dan tergopoh-gopoh bicara di depanku, minta tolong dipinjemi uang dua puluh ribu rupiah. sebut saja yem namanya&#8230; dia, sambil menyeka air matanya dan juga air mata anaknya bercerita kepadaku tentang suaminya yang sudah empat hari tidak pulang ke rumah.</p>
<p>suaminya (sebut saja Dur) yang bekerja sebagai pengeruk pasir di kali lukulo, yang biasa pergi pagi pulang malam, sudah empat hari ini tidak pulang. yem terlihat sangat bingung dan kuatir, karena selama ini suaminya tak pernah  demikian.</p>
<p>Yem sangat takut kalau-kalau terjadi sesuatu pada suaminya (Dur), karena menurut cerita Dur kepada yem sesaat sebelum berangkat,  lahan kerjanya  sudah mau ditutup karena  tebing  sungai  sudah  terkeruk habis dan hampir saja  ambruk.</p>
<p>mengingat cerita Dur, yem semakin takut dan kontan dia menjerit di depanku, sambil menggendong anak bungsunya yang kemudian juga disusul oleh kedua anaknya yang lain, mereka saling bertangisan.</p>
<p>sambil terus menyeka air mata dan sesekali tersengal oleh isakan tangis, yem masih saja bercerita tentang suaminya, tentang kondisi keluarganya yang hanya menumpu pada suaminya. keluh yem, &#8220;jika suamiku mati  lalu bagaimana nasib keluargaku mbak.. bagaimana nasib ketiga anakku ini mbak..,?&#8221;</p>
<p>melihat adegan itu aku sangat terenyuh. tapi apa yang bisa aku lakukan untuk yu yem? tanyaku kepada yem&#8230; &#8220;aku butuh uang duapuluh ribu rupiah untuk modal mencari suamiku mbak&#8221; jawab yem. ya, ya, tapi kemana yu yem mau nyari kang Dur? ini hari sudah hampir malam yu, bagaimana kalau besok pagi saja saya temani? tanya saya. tidak mbak, &#8220;mending saya berangkat sama pak Yono  sekarang juga&#8221; jawab yem.</p>
<p>malam itu juga yem berangkat  mencari suaminya, dengan sambil menggendong man (anak bungsunya), sedang Yono (tetangga sebelahnya) memboncengkan yem ke tempat suaminya bekerja, yakni di pinggir kali lukulo.</p>
<p>sampai hampir tengah malam yem tak kunjung menemukan suaminya, yem kesana-kemari bertanya dan mencari informasi pada warga sekitar kali lukulo, tapi mereka tak ada yang tahu keberadaan Dur, setahu warga, mereka pernah melihat Dur 3 hari yang lalu mengikuti truk pembawa pasir ke daerah penambangan, yakni kurang lebih 50 km dari tempat kerjanya.</p>
<p>yem agak lega sedikit, karena ketakutan suaminya akan tertimbun pasir di tepi sungai sudah sedikit terjawab, &#8220;suamiku ikut truk ke penambangan&#8221;, gumam yem. Yem mencoba meyakinkan hatinya kalau Ngus masih hidup, kemudian ia meminta Yono untuk pulang ke rumah.</p>
<p>sesampainya di rumah, yem disambut oleh kedua anaknya, mereka buru-buru bertanya, &#8220;mana bapak mak?&#8221; sambil mengelus kepala kedua anaknya ijah menjawab lirih, &#8220;mak belum menemukan bapak nak, tapi tenang saja ya, bapak baik-baik saja, bapak lagi ke penambangan mengantar pasir, sekarang kalian tidur ya&#8221;.</p>
<p>kemudian, dari belakang Yono menghampiri ijah, aku pamit dulu yu&#8221;, &#8220;sebentar kang&#8221; jawab ijah sambil merogoh sakunya, &#8220;ini uang sedikit untuk pengganti bensin kang, terima kasih banyak ya saya sudah dianter&#8221;. dengan tangan cekatan Yono menyambar uang dua puluh ribuan dari tangan ijah, dan berkata &#8220;sama-sama&#8221;, lalu buru-buru pergi meninggalkan Yem&#8230;</p>
<p>sementara di rumah, ijah tak bisa tidur karena selalu membayangkan nasib suaminya, dalam hatinya dia berbisik, &#8220;pulanglah kang, aku dan anak-anak kita menghawatirkanmu, pulanglah&#8230; meski kamu tak bawa uang, aku rela kang, yang penting kamu selamat. sesekali ijah tersengguk oleh tangisannya.</p>
<p>tak terasa pagi mulai beranjak, ijahpun bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk ke tiga anaknya. sontak ijah tersadar bahwa persediaan berasnya sudah habis, sementara ijah juga tak pegang uang serupiahpun. &#8220;Ya Tuhan&#8230; beras habis uang tak punya, bagaimana dengan makan anak-anaku nanti?&#8221; &#8220;aku rela kelaparan, tapi aku tak mau kalau anakku yang kelaparan&#8221;, gumam ijah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suprazani.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suprazani.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suprazani.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suprazani.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suprazani.wordpress.com&amp;blog=3919046&amp;post=40&amp;subd=suprazani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/16/waduh-kachian-bener/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe96443e5843c955fc40216c95e784a1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suprazani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kenapa tanaman-tanamanku hilang&#8230;?</title>
		<link>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/13/kenapa-tanaman-tanamanku-hilang/</link>
		<comments>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/13/kenapa-tanaman-tanamanku-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 05:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suprazani</dc:creator>
				<category><![CDATA[kenapa tanaman-tanamanku hilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suprazani.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Sadar atau tak sadar menanam pohon apapun itu adalah salah satu bentuk ekspresi manusia akan kasih sayang. Percaya gak&#8230;.? Mari kita merenung sejenak.. Terkadang kita tak menyadari ketika suatu hari kita melihat sebuah biji dari tanaman, cabe atau tomat misalkan, yang terbuang begitu saja, lalu tumbuh dan bisa berbuah. Mungkin kondisi ini akan sulit anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suprazani.wordpress.com&amp;blog=3919046&amp;post=41&amp;subd=suprazani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sadar atau tak sadar menanam pohon apapun itu adalah salah satu bentuk ekspresi manusia akan kasih sayang. Percaya gak&#8230;.?</p>
<p>Mari kita merenung sejenak..</p>
<p>Terkadang kita tak menyadari ketika suatu hari kita melihat sebuah biji dari tanaman, cabe atau tomat misalkan, yang terbuang begitu saja, lalu tumbuh dan bisa berbuah. Mungkin kondisi ini akan sulit anda temui manakala anda berdomisili di Kota, namun akan sangat mudah anda temui manakala anda berada di Desa atau setidaknya di pinggiran Kota.</p>
<p>Bayangkan, sebuah biji tanaman, yang terkadang begitu sepele di pikiran kita, atau bahkan tidak pernah terpikirkan, karena kita seringkali membuang begitu saja tanpa kita sadari. Padahal, ingat&#8230; Sebuah biji sama dengan sebuah atau seekor atau seorang mahluk hidup yang itu butuh sarana untuk hidup dan berkembang.</p>
<p>Jika kita perlakukan sebuah biji tanaman dengan menanam dan ditempatkan di lahan kita (bisa di tanah, pot atau apa saja tempat yang memungkinkan biji itu bisa tumbuh dengan baik), maka biji tanaman itu akan tumbuh dengan baik dan akan memberi manfaat bagi kita.</p>
<p>Dari satu biji bisa menjadi puluhan atau bahkan ratusan biji. Tetapi kalau dari satu biji atau bahkan ratusan  biji itu kemudian kita cuekin, maka  kita akan kehilangan  ribuan bahkan berjuta-juta biji. Percaya gak?</p>
<p>Mari kita pikirkan bersama&#8230;</p>
<p>Dahulu&#8230; Bapak-bapak kita, nenek-nenek kita sehabis makan buah atau apa saja dari tumbuhan yang ada bijinya, beliau-beliau kemudian tidak begitu saja membuangnya di tempat sampah yang kemudian di bakar, Tetapi bijinya dipisahkan sendiri meski kemudian dibuang, namun dibuangnya di tempat yang memungkinkan biji itu bisa tumbuh, lalu berkembang dan berbuah lagi. Begitu terus sampai ibarat lahanya penuh dengan tanaman-tanaman, yang kemudian beliau-beliau dan keluarganya tidak perlu lagi mencari dan membeli buah-buah dan tanama-tanaman di pasaran.</p>
<p>Bagaimana dengan kita&#8230;?</p>
<p>coba lihat &#8230;</p>
<p>Kemarin, ketika kami mencari bibit biji-biji sayuran serta palawija dan buah-buah lokal di pasaran, ternyata hari gini sangat sulit untuk menemukan bibit tanaman lokal tersebut. Dari pedagang sayuran dan buah-buah lesehan kami tanya, sampai pada pedagang bibit super di toko khusus bibit, tapi tak ada hasil yang kami cari. Ada banyak macam dan jenis bibit tanaman sebenarnya, tapi semuanya hibrida, alias &#8220;yang lokal sudah tidak ada dan tidak jamannya&#8221; kata pedagang-pedangang itu.</p>
<p>Wwwaaddduuh&#8230; Sontak kami kecewa karenanya, &#8220;cabe lokal, terong lokal, tomat lokal, timun lokal, jagung lokal, dan lain-lain yang serba lokal semuanya sudah basi&#8221;. &#8220;Sekarang jamannya bibit hibrida yang sudah pasti baik dan banyak hasilnya&#8221;, katanya&#8230; Duuh, kenapa hampir semua pedagang di pasaran bilang begitu ya, padahal dulu mereka juga jualan yang serba lokal?</p>
<p>Kemudian kami mencoba menelusuri Kampung-Kampung untuk mencari bibit tanaman sayuran dan palawija lokal, dan ternyata di Kampung-Kampung itu pun sangat sulit kutemukan. Orang-orang kampung dan petani-petani sekarang sudah terbius dan tergandrungi oleh tanaman hibrida, yang katanya lebih bagus dan lebih banyak hasilnya.</p>
<p>Harga benih hibrida jauh lebih mahal dari pada yang lokal, dan benih hibrida hanya mampu ditanam untuk satu kali masa penanaman, jika biji dari hasil tanaman hibrida di tanam lagi kemugkinan besar tidak dapat tumbuh dan atau kalau bisa tumbuhpun hasilnya kurang maksinmal.</p>
<p>Tetapi mengapa benih hibrida malah menjadi kiblat oleh para petani-peani kita?</p>
<p>Sekarang petani-petani kita sudah sangat ketergantungan dengan benih hibrida, apapun itu: dari padi, sayuran, palawija bahkan sampai pada buah-buahan.</p>
<p>Terus bagaimana dengan tanaman lokal yang dulu banyak tumbuh di ladang-ladang itu?</p>
<p>Kenapa sekarang semuanya sudah hilang?</p>
<p>Kami ingin tanaman-tanaman itu balik lagi di ladang-ladang bapak-bapak kami, bagaimana caranya&#8230;?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suprazani.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suprazani.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suprazani.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suprazani.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suprazani.wordpress.com&amp;blog=3919046&amp;post=41&amp;subd=suprazani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/13/kenapa-tanaman-tanamanku-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe96443e5843c955fc40216c95e784a1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suprazani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kulonuwun&#8230;</title>
		<link>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/07/hallo-dunia/</link>
		<comments>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/07/hallo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 18:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suprazani</dc:creator>
				<category><![CDATA[kulonuwun…]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suprazani.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[hallo semuanya&#8230; ini blog baru saya,, masih dalam rangka mencari bahan-bahan tentang apa yang akan saya sharekan dengan teman-teman semua, maklum ya&#8230; masih baru.. ada banyak hal yang muncul di pikiran, tapi masih bingung mana yang akan saya kemas dulu dalam satu tulisan untuk bisa didiskusikan dengan panjenengan semua&#8230; OK&#8230; yang pasti saya akan selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suprazani.wordpress.com&amp;blog=3919046&amp;post=13&amp;subd=suprazani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hallo semuanya&#8230;</p>
<p>ini blog baru saya,,</p>
<p>masih dalam rangka mencari bahan-bahan tentang apa yang akan saya sharekan dengan teman-teman semua, maklum ya&#8230; masih baru..</p>
<p>ada banyak hal yang muncul di pikiran, tapi masih  bingung mana yang akan  saya kemas dulu  dalam satu tulisan untuk bisa   didiskusikan dengan panjenengan semua&#8230;</p>
<p>OK&#8230; yang pasti saya akan selalu muncul dengan informasi-informasi hangat n semoga saja menyenangkan buat yang terlibat di forum blog saya ini&#8230;</p>
<p>salam&#8230;</p>
<p>tunggu aja ya&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suprazani.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suprazani.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suprazani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suprazani.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suprazani.wordpress.com&amp;blog=3919046&amp;post=13&amp;subd=suprazani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suprazani.wordpress.com/2008/06/07/hallo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe96443e5843c955fc40216c95e784a1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suprazani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
